Eksistensi Tokoh Santri Jelang Pilpres 2019
Pilpres 2019 memang masih 1 tahun lebih, tapi hiruk pikuk nya sudah terasa dari awal tahun 2018, dan memang itu wajar untuk pesta demokrasi apalagi sekelas Pilpres. Mulai dari baliho-baliho promosi calon kandidat yang terpampang di pinggir jalan, isu pemberitaan siapa saja capres yang akan bertarung, bahkan pencocokan-pencocokan kandidat untuk menjadi calon wakil Presiden petahan pun sangat ramai diperbincangkan.
Seperti yang sering dikatakan oleh Presiden Jokowi saat setiap di wawancarai oleh wartawan terkait siapa yang akan menjadi pasangannya di Pilpres 2019 yakni masih dalam tahap pematangan, pencocokan, penggodokan baik oleh Partai pendukung ataupun Tim Internal nya. Walaupun begitu, tetap sudah terlihat sinyal-sinyal siapa yang akan mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019 seperti dapat dilihat saat Presiden mengajak tokoh-tokoh politik di setiap kegiatan kerja nya. Seperti mengajak Ketum PKB Muhaimin Iskandar pada awal Januari lalu saat meresmikan Kereta Bandara Soekarno Hatta, peresmian renovasi Stadion Tenis terbuka dan tertutup di Senayan dengan tampil bersama Ketum PPP Romahmurmuzy dan Ketum PAN Zulkifli Hasan, serta pernah mengajak Ketum NasDem Surya Paloh saat meninjau Proyek pembangunan MRT, bahkan baru-baru ini Presiden Jokowi telah mengundang Menteri Perindustrian yang juga Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto ke Istana Bogor. Dikalangan masyarakat tentu menganggap bahwa itu sebagai sinyal terkait pasangan Presiden petahana itu menuju Pilpres 2019.
Menurut Gun Gun Heryanto, seorang Analis Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pendekatan-pendekatan itu disebut manajemen privasi komunikasi, yakni untuk melihat respon dan reaksi masyarakat terhadap tokoh-tokoh yang sering di tampilkan oleh Presiden Jokowi di setiap kegiatannya itu, dan tentunya hasilnya akan dikaji lagi oleh Partai pengusung dan Tim Internal nya sendiri.
Walaupun Presiden Jokowi mengaku masih menggodok siapa tokoh yang akan mendampingi nya, tapi yang menarik adalah sangat marak dukungan untuk para tokoh Santri agar mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019. Adalah Cak Imin yang juga Panglima Santri Nusantara, mungkin setiap orang sudah melihat baliho-baliho Panglima Santri itu yang terpampang disetiap Kota di seluruh Indonesia dengan take line “Cawapres zaman now”. Selain itu banyak juga dukungan untuk Ketum PPP Romahmurmuzy (Gus Romy) dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Madji atau yang akrab disapa TGB.
Karena, para tokoh Islam menilai, dengan di pasangkan nya Jokowi dengan tokoh Santri, selain tokoh-tokoh itu mempunyai elektabilitas yang cukup, dan dinilai layak menjadi pemimpin untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, juga untuk menghindari isu sara seperti yang sempat terjadi di Pilkada DKI lalu. Karena tentunya masyarakat tidak mau pesta demokrasi bangsa Indonesia yang sangat beragam ini diwarnai oleh isu sara yang dikhawatirkan dapat memecah belah dan mengkotak-kotakkan keberagaman.
Tokoh Santri yang dinilai cocok untuk menjadi pendamping Jokowi dan juga sedang rajin-rajinnya bersafari dan bersilaturrahmi bersama para Ulama, Santri, bahkan komunitas-komunitas Vespa, yakni Cak Imin. Seperti pada kunjungan nya tanggal 21 Maret lalu ke Banten, setelah menghadiri acara Wisuda Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Royal Krakatau Hotel Cilegon, Cak Imin bertemu Abuya Muhtadi Dimyathi dan mendapat dukungan langsung dari sang Abuya dan juga dukungan dari Jawara Banten Muhaimin (JBM). Tentunya ini sangat membantu untuk menguatkan elektabilitas Panglima Santri tersebut.
Selain banyak mendapat dukungan dari para Ulama dan juga masyarakat Nahdiyyin, Cak Imin juga banyak didukung oleh para junior nya di Organisasi Kemahasiswaan, mengingat Cak Imin juga pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ini menjadi modal yang sangat besar bagi Cak Imin didalam kontestasi Pilpres 2019 ini.
Dan selanjutnya yakni Gus Romy pun yang akhir-akhir ini sering terlihat mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja nya ke daerah-daerah dan juga bersilaturrahmi kepada para Ulama tak kalah banyak mendapat dukungan dari para Ulama dan warga Nahdiyyin. “Dari Cirebon ke Jakarta sore ini di pesawat RI CN-235. Alhamdulillah belum beli tiket ditawari pulang bareng sama Pak Jokowi. Maturnuwun pak.” Tulis caption Gus Romy di akun Instagram nya 11 Maret lalu usai menghadiri pernikahan Cucu KH. Maimun Zubair. Dari situ terlihat keakraban keduanya dengan duduk berdampingan dalam pesawat, dan menambah sinyal jelang Pilpres 2019 antara Jokowi dan Gus Romy walaupun usia nya terbilang paling muda dibandingkan Ketum-Ketum Parpol lain.
Dan yang tak kalah baik dari Muhaimin Iskandar dan Romahmurmuzy, tokoh Nasionalis Agamis lainnya yakni Muhammad Zainul Madji atau TGB, tokoh yang satu ini bukan saja di gadang-gadang sebagai Cawapres, bahkan tak sedikit yang mendukungnya untuk maju Capres. Seperti baru-baru ini TGB memberikan kuliah umum di UIN Alaudin Makassar, beberapa mahasiswa meneriaki “TGB Presiden” dan di amini oleh TGB sendiri. Tentu ini menjadikan elektabilitas TGB sendiri semakin tinggi dan percaya diri untuk maju di Pilpres 2019, walaupun akhirnya Partai Politik sendiri yang akan menentukannya sendiri, mengingat TGB adalah kader Partai Demokrat dan Partai Demokrat sendiri pun mempunyai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang digadang-gadang akan di jual di Pilpres 2019. Tapi tetap, dalam politik apa pun bisa terjadi walaupun hal yang tak terpikirkan sekalipun.
Dengan diwarnainya tokoh-tokoh Santri/ Nasionalis Agamis menjelang Pilpres 2019, tentunya ini menjadikan pesta demokrasi ini semakin menarik. Bukan tanpa alasan, melihat kebutuhan masyarakat saat ini dan untuk meredakan politik kebencian, hoax yang membabibuta dan tentunya untuk melengketkan kembali keberagaman dan toleransi yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang sangat dikagumi Dunia. Karena, tidak boleh dan tidak dibenarkan jika isu politik yang mempengaruhi masyarakat sampai mengkotak-kotakan apalagi memecah belah hanya karena kepentingan politik semata.
Tentunya, walaupun tokoh-tokoh Nasionalis Agamis sedang marak-maraknya menjelang kontestasi Pilpres 2019 ini, yang semua harapkan adalah bagaimana caranya Negara kita tercinta ini tetap solid, tetap menjaga keberagaman, tetap menjaga kebhinekaan, jauh dari kata terpecah belah siapapun tokoh yang akan bertarung di Pemilu Presiden 2019 mendatang.

Komentar
Posting Komentar